Tuesday, January 9, 2018

BAJU PENGANTIN PEPADUN ABUNG UTARA

Pengantin Pepadun Abung Utara


 Image result for baju adat lampung



Mewah sekaligus unik, mungkin kata yang tepat untuk menggambarkan busana pengantin Lampung pepadun abung Utara. Seperti layaknya busana pengantin Yogya Paes Ageng yang mengenakan dodotan, busana adat daerah ini juga mengenakan kain tapis dewosano yang dililit mulai dari dada hingga pinggang sebagaimana memakai kemben dari pinggang ke bawah dililit kain tapis Jungsarat. 

Selendang sebagai disampirkan dari kiri ke kanan, dan selendang andak dari kanan Kediri. Agar kedua selendang dapat dilihat rapi dikenakan ikat pinggang yang kemudian dilapis dengan bulu seratte (pending) di pinggang. 
Salah satu persamaan yang dimiliki oleh setiap golongan suku yang tergabung dalam kelompok adat pepadun adalah dominasi warna putih. Kali ini selain selendang putih, pada bahu pengantin wanita juga disampirkan bebe atau penutup dada warna putih yang terbuat dari sulam usus. 

Perhiasan yang dikenakan mulai dari kepala, yaitu Siger serta penekan kedak yang dikenakan di dahi, tepat di bawah Siger, juga Subang giwiri di telinga. Buah jukum takkal yang berbentuk seperti rantai dipasang menyilang di bahu kiri dan kanan, dilengkapi dengan kalung papan Jajar Sabik Dinar, Sabik buluh, sabar itu. Gelang burung garuda dan gelang ruwi durian dikenalkan di lengan, sementara pergelangan tangan mengenakan gelang bibit dan gelang caro Mekah. Tak ketinggalan buah manggus yang harus dipegang. Menurut sejarah, buah manggus merupakan tempat menyimpan kunci.


RAGAM BAJU ADAT LAMPUNG


Ragam Baju Adat Lampung

Image result for baju adat lampung  Image result for baju adat lampung  Image result for baju adat lampung



Penduduk Lampung merupakan masyarakat yang multinasional. Lokasinya yang strategis memungkinkan daerah ini ditempati oleh pendatang dari berbagai daerah di Sumatera dan Jawa. Hingga dapat dikatakan jumlah penduduk asli Lampung sekarang ini hanya sekitar sepertiga jumlah total keseluruhan penduduk Lampung. 

Masyarakat asli Lampung sendiri terbagi dalam dua kelompok besar, yaitu Pepadun dan Saibatin. Masyarakat Lampung yang beradat Pepadun dapat digolongkan lagi menjadi:Abung Siwo Mego(Abung Sembilan Marga), Tulang Bawang Mego Pak(Tulang Bawang Empat Marga), Pubian Telu Suku(Pubian Tiga Suku), Buay Lima Way Kanan(Way Kanan Lima Kebuayan), Sungkay Bunga Mayang. Sementara masyarakat adat Saibatin digolongkan menjadi: Paksi Pak Sekala Brak(Sekala Brak Empat Paksi), Krui Marga Pitu(Krui Tuju Marga), Komring Buay Lima(Komring Lima Kebuayan), Peminggir Semaka, Melinting.

Baik kelompok adat Pepadun maupun Saibatin memiliki keunikan masing-masing dari segi adat istiadat, maupun busana, juga tata cara melangsungkan pernikahan atau gawai adat. Bahkan di antara suku perpaduan pun terdapat sedikit perbedaan dalam hal busana pengantin, meski tidak terlalu signifikan. 

Sebagai daerah yang dikenal sebagai penghasil kain tapis, kain tenun bersulam emas, pada setiap upacara adat seperti pernikahan, tapis yang dipenuhi sulaman benang emas menjadi kelengkapan busana adat Lampung. Sementara itu memperindah tampilan, beragam aksesoris dikenakan yang semuanya terbuat dari emas. Baju pengantin wanita terlihat mewah dipenuhi warna kuning keemasan, mulai dari kepala sampai kaki.

Di kepala mempelai wanita mengenakan Siger, yaitu mahkota yang berbentuk seperti tanduk dari lempengan Kuningan yang ditata hias titik-titik rangkaian bunga. Siger ini berlekuk ruji tajam berjumlah 9 lekukan di bagian depan dan belakang dan setiap lekukan diberi hiasan bunga cemara Puncak Siger diberi hiasan serenja bulan, atau kembang hias berupa mahkota berjumlah 1 hingga 3 buah, dimana memiliki lengkungan di bagian bawah dan beruji tajam di bagian atas, serta berhiaskan bunga yang dibuat dari Kuningan yang ditatah.


1.Pengantin PepaduN Abung Utara

Image result for baju adat lampung    

2.Pengantin Lampung Saibatin

Image result for baju adat lampung

3.Pengantin Lampung Pepadun

Image result for baju adat lampung

Monday, January 8, 2018

BAJU PENGANTIN ADAT LAMPUNG DAN BAJU UPACARA ADAT LAMPUNG

BAJU PENGANTIN ADAT LAMPUNG

Baju pengantin adat Lampung lebih megah dan indah dari pada pakaian adat lainnya. Hal ini berkaitan dengan kesakralan upacara tersebut. Warna keemasan yang mengesankan keagungan seorang raja dan ratu yang paling dominan. Mempelai wanita memakai pakaian yang terdiri atas siger (mahkota), sesapur (baju), bulu serti (ikat pinggang), mulan temanggal (hiasan dada), buah jukum (kalung dari untaian bunga). Mempelai wanita juga memakai gelang burung (hiasan lengan kanan dan kiri), bebe (sulaman kain halus dan berlubang), gelang kana dan gelang arab (gelang lengan atas dan bawah), serta selop beludru berwarna hitam sebagai alas kaki. 

Mempelai pria adat Lampung memakai kopiah emas (penutup kepala), sesapur (penutup badan) berwarna putih dan berlengan panjang, celanou (celana), tapis bersulam benang emas penuh (ikat pinggang), silang limar (selendang bersulam benang emas penuh pada bagian dada). Mempelai pria juga memakai gelang bludru dan gelang kana yan dipasang pada bagian lengan, serta perlengkapan lainnya sebagaimana yang dikenakan mempelai wanita.


BAJU UPACARA ADAT LAMPUNG

Dalam acara ritual adat Lampung, kaum laki-laki memakai baju yang terdiri atas kekat akkin (ikat kepala yang dipakai pada waktu mengiringi pengantin), kawai kemija (kemeja yang dipakai dengan kain dan peci saat upacara adat), dan selikap (selendang mahal yang dipakai menghadiri upacara atau saat ibadah ke masjid).

Kaum perempuan adat lampung mengenakan baju yang terdiri atas kawai/ kebayou (kebaya untuk wanita yang baru menikah), senjang/ cawo (baju bawahan dari kain tipis bertahta sulamanemas), dan belatung buwok (sanggul berhiaskan kembang goyang saat menghindari upacara adat).


Sunday, January 7, 2018

BAJU ADAT SEHARI-HARI MASYARAKAT LAMPUNG

Baju Adat Sehari-Hari Masyarakat Lampung




Baju adat Provinsi Lampung terbagi menjadi dua, antara lain baju adat sehari-hari dan baju upacara adat.
Di sini kami akan membahas mengenai baju adat sehari-hari masyarakat Lampung.

Pakaian Adat Sehari-Hari Masyarakat Lampung
Baju adat sehari-hari merupakan jenis baju yang dipakai masyarakat Lampung dalam aktifitasnya sehari-hari. Dalam kehidupan adat sehari-hari, kaum pria lampung memakai baju yang meliputi:
-kikat (ikat kepala)
-kopiah/ ketupung (penutup kepala kaum muda laki-laki)
-kawai (baju penutup badan/ jas)
-senjang (kain penutup bagian bawah)
-celanou (celana pendek atau panjang)
-bebet (pengikat senjang dengan selanou)
-dan selikap (selendang).

Kaum wanita Lampung dalam kesehariannya memakai pakaian yang terdiri atas:
-kanduk/kakambut/kudung (penutup kepala)
-lawai kurung (baju penutup badan)
-senjang/cawo (pakaian penutup bagian bawah)
-setagen (pengikat lawai kurung dengan senjang/ cawo)
-tuguk jung sarat dan selikap balak (selendang sutra)
-selambak/ rattai galah (kalung)
-kelai pungew (gelang)
-alali (cincin)
-serta kalai kukut (gelang kaki).



Friday, January 5, 2018

Baju Adat Lampung Wanita

Baju Adat Lampung Wanita

Pakaian Adat Lampung



Pakaian Adat Lampung adalah peninggalan budaya Lampung yang sangat khas dan memiliki nilai seni yang tinggi. Pakaian adat ini sering digunakan para pengantin sebagai simbol kebesaran budaya Lampung. Pakaian ini juga kadang digunakan dalam pertunjukan seni tari daerah Lampung, seperti tari sembah, tari bedana, dan lain sebagainya.

BAJU ADAT LAMPUNG WANITA

Baju pengantin wanita adat Lampung tidak begitu berbeda dengan pakaian lai-lakinya. Sesapuran, khitat akhir, sarung rumpai (tapis) juga terdapat pada baju pengantin wanita ini. Akan tetapi, pada wanita terdapat perlengkapan-perlengkapan lain yang menambah nilai filosofis dan estetis di antaranya selappai, bebe, katu tapis dewa sano. Selappi adalah baju tanpa lengan dengan tepi bagian bawah berhias rumbai ringgit, bebe adalah sulaman benang satin berbentuk bunga teratai yang mengambang, sedangkan katu tapis dewa sano adalah rumpai ringit juga jarak. Meski pakaian adat Lampung untuk wanita terkesan sederhana, akan tetapi ada cukup banyak aksesoris yang harus dikenakan. Diantaranya siger, seraja bulan, peneken, selapi siger, subang, kembang rambut, serta berbagai perhiasan leher dan dada.

1. Siger adalah mahkota emas khas yang dikenakan di kepala pengantin wanita. Mahkota ini melambangkan keagungan adat budaya Lampung. Siger memiliki 9 ruji, menandakan bahwa ada 9 sungai besar yang terdapat di Lampung, yaitu Way Semangka, Way Sekampung, Way Seputih, Way Sunkai. Way Abung Pareng, Waay Tulang Bawang, Way Kanan, dan Way Mesuji.

2. Seraja Bulan adalah mahkota kecil beruji 3 yang terletak di atas siger dengan jumlah sebanyak 5 buah. Aksesoris pakaian adat Lampung ini memiliki filosofi sebagai pengingat bahwa dahulu ada 5 kerajaan yang sempat berkuasa di Lampung, yaitu kerajaan ratu dibelalau, ratu dipunggung, ratu dipemangilan, dan ratu darah putih. Selain itu, seraja bulan juga bisa melambangkan 5 falsafah hidup masyarakat adat Lampung, diantaranya piil pesengiri (rasa harga diri), nemui nyimah (terbuka tangan), nengah nyappur (hidup bermasyarakat), juluk adek (bernama bergelar), dan sakai sembayan (gotong royong).

3. Subang adalah perhiasan yang digantungkan diujung daun telinga. Subang biasanya berbentuk menyerupai buah kenari dan terbuat dari bahan emas. pada subang terdapat beberapa kawat kuning bulat lonjong yang berfungsi sebagai sangkutan umbai-umbai.

4. Beberapa Perhiasan Leher dan Dada yang terdapat dalam pakaian adat Lampung antara lain kalung buah jukum, kalung ringit, dan kalung papanjajar. Kalung papanjajar adalah kalung dengan gantungan  3 lempengan siger kecilatau perahu yang menjadi simbol kehidupan baru bagi para pengantin, kalung ringit adalah kalung dengan aksesoris buah uang ringit, sedangkan kalung buah jukum adalah kalung berbentuk menyerupai buah jukum yang dirangkai sebagai simbolis agar mereka segera mendapat keturunan.

5. Perhiasan Pinggang dan Lengan berupa selempang pinang yang digantungkan menlintang dari bahu ke pinggang menyerupai bunga serta bulu serti sebuah ikat pinggang yang terbuat dari kain beludru berwarna merah berhias kelopak bunga dari kuningan. perhiasan lengan berupa beragam jenis gelang seperti gelang burung, gelang kano, gelang bibit, dan gelang duri.

Baju Adat Lampung Laki-Laki

Baju Adat Lampung Laki-laki

Lampung adalah provinsi paling selatan yang ada di pulai sumatera. Letaknya yang berdekatan dengan pulau jawa. ada banyak suku bangsa yang tinggal di provinsi ini, diantaranya suku jawa, sunda, bali, dan suku lampung sendiri.
Salah satu warisan budaya yang masih dilestarikan hingga saat ini yang masih sering kita jumpai yakni baju adat lampung.
Oleh sebab itu, provinsi Lampung sangat kaya unsur kebudayaan, serta baju adatnya. baju adat lampung yang dimiliki ke unikan tersendiri untuk itu kali ini saya akan membahas tentang baju adat lampung. Berikut penjelasannya:

PAKAIAN ADAT LAMPUNG

pakaian adat lampung pepadun

Pakaian adat lampung brnama Tulang Bawang Kendati mempunyai penduduk dari suku yang heterogen, kebudayaan masyarakat asli Lampung masih dilestarikan hingga masa kini. salah satu warisan budaya tersebut yang saat ini masih dapat kita lihat yakni Baju adat Lampung. 
Baju adat lampung adalah warisan dari budaya Lampung yang sangat khas dan mempunyai nilai seni sangat tinggi. Baju adat ini biasa digunakan untuk acara nikahan, tari sebagai simbol penghormatan budaya lampung.

PAKAIAN ADAT LAMPUNG DAERAH PESISIR
pakaian adat lampung daerah pesisir
Di Provinsi Lampung sendiri baju adat Lampung terbagi menjadi dua adat, yakni Baju Adat Lampung Saibatin dan Baju Adat Lampung Pepadun. Baju tradisional Lampung jika dicermati dengan seksama terdapat perbedaan baju adat pepadun dan baju adat saibatin.
Namun, pada dasarnya masih terdapat kemiripan yakni menggunakan kain tapis yang dihiasi dengan logam kuningan yang memperindah dan membuatnya terkesan mewah.Baju adat lampung ini sampai sekarang masih diwariskan dan banyak digunakan pada acara pernikahan (sebagai baju pengantin) dan kadang juga digunakan dalam pertunjukan seni tari daerah lampung, seperti Tari Bedana dan Tari Sembah.Suku Saibatin adalah suku di provinsi lampung yang mendiami daerah pesisir lampung yang membentang luas dari timur, selatan hingga barat , wilayah suku Saibatin (pesisir) mencakup Lampung timur, Bandar Lampung, Lampung Selatan, Pesawaran. Tanggamus, serta Lampung Barat.
BAJU ADAT LAMPUNG LAKI-LAKI BESERTA KETERANGANNYA
pakaian lampung
Baju/pakaian adat laki-laki suku Lampung umumnya terkesan sederhana, yakni berupa lengan panjan berwarna putih, celana panjang hitam, sarung tumpal, sesapuran dan khika akhir. Mengenai Sarung Tumpal yakni kain sarung khas dari Lampung yang ditenun dengan menggunakan benang emas. Sarung ini dipakai di luar celana, panjangnya mulai dari lutut hingga pinggang. Setelah sarung, adalah khikat akhir atau selendang bujur sangkar dikenakan dengan melingkarkan ke pundak menutupi bahu. Baju adat untuk pengantin laki-laki suku Lampung dilengkapi dengan beragam aksesoris, pernik perhiasan. Setidaknya terdapat delapan perhiasan yang umumnya dikenakan oleh pengantin laki-laki. Pernik perhiasan tersebut diantaranya seperti kopiah emas berujim perhiasan leher berupa kalung, perhiasan pinggang, perhiasan dada, serta perhiasan lengan.